Musik Sebagai Identitas Personal

Category: Music

tumblr_nj1zdvkXm81sry168o1_500

 

Apa yang kamu “kenakan” adalah representasi dari musik apa yang kamu dengarkan.

Tak melulu berbicara tentang tulisan pada tshirt kamu atau simbol serta font dari logo band yang kalian gandrungi, itu akan menjadi terlalu gamblang dan mendasar jika saya bahas disini, karena dengan sangat mudah kita dapat mengetahui musik atau –bahkan secara spesifik– band apa yang kamu suka jika yang tertera pada tshirt kamu adalah tulisan “Black Sabbath” semisal.

Jika kamu menyukai musik country, tak mungkin juga kamu setiap hari berpenampilan layaknya koboi lengkap dengan sepatu janggo dan membawa kuda sebagai penanda kalau kamu penggemar musik tersebut, dan lagipula musik dengan genre seperti itu jarang atau bahkan mustahil membuat merchandise untuk para penggemarnya. Tidak semasif genre rock atau metal yang atributnya dengan sangat mudah kita jumpai.

Yang ingin dibahas disini adalah attitude yang secara sadar di izinkan menginfiltrasi kepribadian seorang pendengar musik tertentu dalam kesehariannya, dalam tindak-tanduknya bersosialisasi, cara mereka bersikap dan lain sebagainya. Semua yang kamu dengarkan akan tercermin secara jelas atau mungkin samar karena secara sadar ataupun tidak musik yang kamu dengarkan telah mengarahkan kamu kesana.

Banyak anggapan bahwa pendengar musik pop akan bersikap lembut dan perasa dalam kesehariannya, dan muncul juga anggapan lain bahwa pendengar musik metal atau punk akan cenderung agresif dalam sikapnya. Mungkin akan menjadi benar jika pengklasifikasian itu dilakukan dengan survey yang tidak menyeluruh dan menggunakan dasar ilmu yang kurang tepat, atau dengan kata lain menggunakan insting sok’ tahu semata.

Semua yang kita telan dalam anggapan masyarakat saat ini adalah stigma yang justru memberatkan salah satu pihak, mereka yang menempelkan cap ini-itu kepada kita yang menjalankan. Sebagai contoh saya tak lantas menjadi orang yang arogan atau tempramen hanya karena selalu mendengarkan musik kencang dan berdistorsi, dan mereka penyuka musik islami juga tak lantas menjadi orang yang paling suci dan menjadi kambing hitam islam garis keras karena apa yang mereka dengarkan.

Yang seharusnya menjadi penjelas atas apa yang akan melekat pada musik apa yang kita dengarkan adalah semua hal tersebut kita ubah menjadi sesuatu yang positif, dengan harapan menjadi citra baru atas imej pada suatu musik tertentu. Dan hasil akhirnya akan dapat kita implementasikan kepada kepribadian kita kepada khalayak banyak.

Sebagai contoh saya mencoba menjabarkan citra positif yang akan melekat pada orang dengan kegemaran musik tertentu, seperti penggemar musik metal atau rock yang cenderung keras bisa menjadi orang yang straight to the point, kritis dan terbuka atas kritikan. Penggemar musik jazz merefleksikan orang yang tenang dan elegan dalam pembawaannya setra penikmat musik punk akan menjadi pribadi yang jujur dan kritis terhadap permasalahan yang ada di masyarakat serta dapat dengan mudah bersosialisasi di lingkungan dan masih banyak lagi.

Dengan kata lain kamulah yang akan bertanggung jawab atas identitas yang kamu bawa dari musik yang kamu gemari, jangan pernah membuatnya menjadi stigma yang kembali melemahkan kepribadianmu. Dan untuk kamu yang belum berani memberi warna pada identitasmu selayaknya musik yang kamu dengarkan, cobalah mulai sekarang dan ubah pandangan kamu bahwa musik bukan sekedar alat sekunder yang hanya didengar lalu terlupa, tanpa adanya bekas positif yang tertinggal.