Efek Rumah Kaca : Konser Sinestesia

Category: MusicMusic Events

baa3819cc852d1454825792858ffae1f

 

Konser Sinestesia, acara akbar pertama diawal 2016 dari Efek Rumah Kaca. Setelah merilis album ketiga mereka yang berjudul Sinestesia di penghujung 2015 lalu, trio ini akhirnya bisa menuntaskan hasrat penasaran para penikmat musik mereka dalam konser yang digelar di Teater Besar/Jakarta, Kompleks Taman Ismail Marzuki.

Lalu lalang segerombolan orang yang menyemut di pelataran Teater Jakarta menjadi tanda bahwa pertunjukan musik ini memang nyata ditunggu, bukan sekedar euforia di social media belaka. Terlihat beberapa musisi yang turut meramaikan pelataran Teater Jakarta untuk menyaksikan Efek Rumah Kaca. Iga Massardi dari Barasuara, Ade Paloh dari Sore, hingga Danilla turut terlihat dalam antrian.

Tirai baru dibuka ketika waktu menunjukan pukul 20.25 WIB, ngaret sekitar 25 menit dari waktu yang dijadwalkan. Meskipun  ngaret, tidak terlihat keluh kesah dari para penonton. Justru histeria ribuan orang yang terjadi ketika Cholil cs. terlihat di atas panggung yang “dipoles” olek Irwan Ahmett sebagai Art Director.

Tata panggung yang terlihat minimalis namun elegan semakin terlihat ciamik, begitu sinar lampu dan tata cahaya warna-warni berganti-ganti selama Efek Rumah Kaca tampil. Ketika konser dibuka oleh Tubuhmu Membiru Tragis, kenikmatan di dalam suguhan konser musik ini begitu terasa. Selama pergantian lagu, Cholil terus menyapa para penonton yang telah datang dan berkali-kali mengucapkan terima kasih atas kedatangan semua orang di konser yang digagas mandiri tanpa sponsor ini. Aura Cholil malam itu benar-benar sukses menghipnotis telinga dan mata mereka yang hadir.  Cholil sempat istirahat ”nyanyi” ketika membawakan Cinta Melulu, karena para penonton sukses menjadi vokalis utama ketika lagu itu dibawakan.

Telinga para penonton yang hadir malam itu juga turut dimanjakan oleh aransemen yang dimodifikasi begitu rupa dengan tambahan aksi ciamik Alvin Witarsa cs. di bagian orkestrasi pada tampilan Efek Rumah Kaca di babak pertama.

Konser yang terdiri dari dua babak pertunjukkan ini terus bergulir dengan menghadirkan lagu-lagu seperti Mosi Tidak PercayaEfek Rumah Kaca, Cinta Melulu, Balerina, Melankolia, Di Udara, Menjadi Indonesia, Desember di bagian pertama.

Senyum puas, dan tepuk tangan terus terdengar dari tempat duduk para penonton hingga lagu Kuning dijadikan sajian pamungkas, dan nyanyian rakyat dayak yang berjudul Leleng berkumandang hingga tirai tertutup dan menandakan bahwa konser telah selesai.

 

Sumber : http://hai-online.com/